Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Terpadu Tematik Poltekkes Kemenkes Aceh di Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2024

30 April 2024 0 comments Humas Poltekkes Aceh Categories KegiatanTags , , , ,

Sebanyak 1121 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh akan melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Terpadu Tematik di Kabupaten Pidie Jaya selama 21 hari, yang dimulai sejak tanggal 30 April sampai dengan 20 Mei 2024 dengan tema Percepatan Penurunan Stunting, Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Pencegahan Penyakit Menular (PM), Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kanker, Jantung, Strok, dan Uronefrologi (KJSU).

Serah terima mahasiswa dilakukan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh, Dr. Abdurrahman, S.Kp, M.Pd kepada Pj. Bupati Kabupaten Pidie Jaya, Ir. H. Jailani yang berlangsung di lapangan kantor bupati Kabupaten Pidie Jaya pada hari Selasa tanggal 30 April 2024.

Mahasiswa peserta KKL tersebar di 112 desa dari 8 kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, diantaranya Kecamatan Bandar Baru sebanyak 24 desa, Kecamatan Bandar Dua sebanyak 20 desa, Kecamatan
Jangka Buya sebanyak 10 desa, Kecamatan Meurah Dua sebanyak 10 desa, Kecamatan Meureudu sebanyak 17 desa, Kecamatan Panteraja sebanyak 10 desa, Kecamatan Trienggadeng sebanyak 11 desa, dan Kecamatan Ulim sebanyak 10 desa. Dimana ada 10 mahasiswa yang disebar untuk masing-masing desa.

Adapun sasaran kegiatan KKL ini antara lain:

  • Sasaran primer yaitu ibu hamil, balita, remaja putri/anak sekolah, penderita PTM dan PM, serta keluarga.
  • Sasaran sekunder yaitu kader, tokoh masyarakat, tokoh agama dan kelompok masyarakat.
  • Sasaran umum yaitu masyarakat

Mahasiswa peserta KKL berasal dari 7 bidang keilmuan, yaitu Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Gigi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, dan Teknologi Laboratorium Medis. Selama pelaksanaan KKL tersebut mahasiswa akan melakukan beberapa kegiatan program intervensi atau program pemecahan masalah kesehatan, yaitu :

  • Penyuluhan, promosi dan sosialisasi Stunting, Penyakit Tidak Menular, Diabetes Melitus dan Penyakit Menular;
  • Peningkatan Kapasitas Kader melalui Pelatihan Kader Posyandu;
  • Program Aksi Bergizi di Sekolah melalui Sosialisasi Tablet Tambah Darah dan Screening Anemia;
  • Program Pengelolaan Penyakit Kronis melalui Screening Penyakit Tidak Menular;
  • Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas);
  • Gerakan Peningkatan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Ibu Hamil;
  • Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis local;
  • Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Sumber Gizi Keluarga dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA);
  • Pendampingan Pelaksanaan Kegiatan Posyandu;
  • Pendampingan pembentukan Rumoh Gizi Gampong (RGG).

Harapan dari Pelaksanaan KKL Terpadu Tematik mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh, antara lain:

  • Penguatan kegiatan percepatan penurunan stunting di Pidie Jaya secara terpadu dan integrative;
  • Peningkatan kuantitas Rumoh Gizi Gampong (RGG) melalui pembentukan RGG di Desa lokasi KKL;
  • Peningkatan Kualitas Posyandu dan SDM para Kader sebagai upaya peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak serta Penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi serta pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi terkait stunting melalui Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) dan media komunikasi efektif;
  • Penguatan program deteksi dini di Pos pembinaan terpadu (Posbindu) penyakit tidak menular, Posyandu lansia dan remaja di lokasi KKL dalam rangka penanganan Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular;
  • Penguatan Komitmen stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Edukasi desa Open Defecation Free (ODF) menuju Kabupaten Stop BABS dan Penyuluhan PHBS di gampong.

Dalam sambutannya Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh menyampaikan prioritas pembangunan kesehatan Indonesia 2020-2024 telah menetapkan program-program strategis yang esensial bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk penurunan angka kematian ibu dan bayi serta penanganan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit menular dan penyakit tidak menular (kanker, jantung, strok, uronephrologi, dan diabetes millitus). Dalam hal ini, peran Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan menjadi sangat krusial. Kita membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah besar dengan menetapkan kebijakan transformasi kesehatan yang mencakup berbagai aspek, termasuk transformasi SDM Kesehatan.

Politeknik Kesehatan menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan dan kualitas SDM kesehatan yang memenuhi standar yang diharapkan. Melalui pendidikan tinggi yang berkualitas, Politeknik Kesehatan tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan cakupan layanan kesehatan masyarakat. Acara pembukaan dan serah terima ini menjadi momen bagi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh untuk menunjukkan komitmen dalam mendukung transformasi sistem kesehatan.

Poltekkes Kemenkes Aceh bertekad untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan dengan perkembangan kondisi kesehatan, agar lulusan Poltekkes Kemenkes Aceh nantinya dapat berkontribusi secara maksimal dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja dan mendukung program-program kesehatan yang telah ditetapkan.

Direktur Politeknik kesehatan Kemenkes Aceh mengucapkan terima kasih kepada Pj Bupati Pidie Jaya dan unsur Muspida, Camat, dan Geuchik yang menjadi lokasi KKL Terpadu Tematik Tahun 2024 ini, kami menitipkan 1211 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh selama 21 hari kedepan.

Kami berharap Bapak/Ibu dapat menjadi mentor yang inspiratif bagi para mahasiswa ini. Dengan bimbingan dan arahan Bapak/Ibu, mereka akan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di masyarakat dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam menganalisis masalah kesehatan, merancang solusi yang efektif, dan melaksanakan intervensi pemecahan masalah kesehatan.

Dr. Abdurrahman, S.Kp., M.Pd – Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh