Banda Aceh (20/02) Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh T. Iskandar Faisal, S.Kp, M.Kes menyerahkan donasi untuk korban gempa Turki dari Civitas Akademik Poltekkes Kemenkes Aceh yang langsung diterima oleh Kepala Pelaksana BPBA Dr. Ir. Ilyas, MP yang didampingi oleh Ketua Forum PRB Aceh Muhammad Hasan, S.Si, M.Si di Aula Badan Penanggulangan Bencana Aceh pada Senin, 20 Februari 2023.
T. Iskandar Faisal menyampaikan bahwa ini donasi tahap pertama yang diserahkan sejumlah Rp. 10.063.000,- yang berasal dari Pengelola Poltekkes Kemenkes Aceh dan Prodi Keperawatan Aceh Selatan.
“Saat ini kami juga sudah mengintruksikan kepada 21 Ketua Prodi dalam Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh yang berada di 7 Kabupaten/Kota untuk menggalang bantuan dan akan diserahkan kembali melalui Program Aceh Untuk Turki yang digagas oleh Pemerintah Aceh”.
Kepala Pelaksana BPBA Dr. Ir. Ilyas MP menyampaikan apresiasi terhadap Poltekkes Kemenkes Aceh sebagai salah satu mitra sukses BPBA yang telah ikut serta berpartisipasi dalam program Aceh Untuk Turki.
“Bantuan ini akan kita serahkan atas nama Rakyat Aceh. Kita ingat bahwa Turki ini adalah saudara jauh Aceh, ketika bencana tsunami 2004 bantuan dari Turki sangat luar biasa. Maka ini waktu kita untuk bersama-masa menunjukkan rasa empati untuk membantu masyarakat Turki” jelas Abi Ilyas.
Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh, T. Iskandar Faisal, S.Kp., M.Kes. membuka secara resmi Workshop Internasional bertajuk Developing A Project Plan For Developmental Work, yang dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 13-17 Februari 2023 di Kampus Jurusan Keperawatan Banda Aceh Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada Professor Jan Nilsson selaku Project Leader yang menunjuk Poltekkes Kemenkes Aceh sebagai tuan rumah untuk Workshop Internasional yang kedua kalinya pada tahun 2023. Ia berharap kerjasama yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang karena sangat dibutuhkan peningkatan kapasitas dan kualitas dosen serta mempererat kerjasama, dan pertukaran mahasiswa antar universitas luar negeri.
Dalam sambutannya, Pemimpin Proyek Profesor Jan Nilsson merangkum apa yang telah dicapai selama tahun pertama dan kedua. Meskipun situasi pandemi, kegiatan proyek telah diselesaikan secara digital dan dilanjutkan dengan pertemuan di Indonesia dan beberapa Negara Skandinavia. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa proyek Capacity Building in Nursing Education in Indonesia (CABNEI) penting karena berkontribusi pada peningkatan kualitas global pendidikan keperawatan yang sejalan dengan arahan strategis Organisasi Kesehatan Dunia 2021-2025. Proyek ini juga memiliki hubungan yang jelas dengan Tujuan Pembangunan PBB dan berkontribusi khususnya pada tujuan nomor 3 yaitu Kesehatan dan Kesejahteraan dan tujuan nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas. Proyek CABNEI akan diakhiri pada bulan Juni 2023 melalui konferensi internasional yang berfokus pada Peningkatan Kualitas dalam Pendidikan Keperawatan, yang akan diselenggarakan di Banda Aceh dengan pembicara utama dari WHO, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Menurut Dr Dewi Marianthi, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat. selaku Quality Control dan Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh menyampaikan bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam Paket Kerja (WP) 2.3.2 Capacity Building In Nursing Education di Indonesia (CABNEI) project yang didanai melalui Erasmus+ Program The European Union sejak awal tahun 2021 hingga pertengahan 2023 nanti yang melibatkan 4 negara dan 8 universitas.
Dr. Hermansyah, SKM., MPH. selaku Koordinator Panitia menambahkan informasi bahwa kegiatan ini juga difasilitasi oleh 8 Change Agents dari 4 institusi pendidikan kesehatan di Provinsi Aceh. Sesi ini dihadiri oleh 10 profesor yang berasal dari negara Skandinavia yaitu Birthe Thorø, dan Lea Deichmann Nielsen dari University College South (UC Syd) Denmark; Desirée Burenlind, Johanna Svärd, dan Anna Willman dari Universitas Karlstad (KAU) Swedia; Jan Nilsson dan Randi Elisabeth Martinsen dari Inland Norway University of Applied Sciences (INN) Norwegia, serta Astrid Birgitte Wevling, Inger Marie Tjøstolvsen, dan Liv Berit Fagerli dari Østfold University College (HiØ) Norwegia. Mereka memberikan materi dan berbagi pengalaman dengan 19 Nurse Educators dari Fakultas Keperawatan USK, FKM UNMUHA, Akademi Keperawatan Ibnu Sina Sabang, dan Poltekkes Kemenkes Aceh. Hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan kemampuan dosen dalam menyusun rencana proyek keperawatan agar nantinya berguna dalam pengembangan pekerjaannya. (Her)
Sebanyak 50 orang peserta menghadiri pertemuan Koordinasi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Bersama Tahun Akademik 2023/2024 di Aceh. Mereka adalah Direktur dan wakil direktur Politeknik kesehatan Kemenkes dari seluruh Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Penyediaan Tenaga Kesehatan ini membahas juknis SIPENMARU Tahun Akademik 2023/2024. Salah satunya terkait jalur seleksi Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) atau seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur undangan. Persyaratan dan Jadwal seleksi ini ditentukan oleh masing-masing poltekkes. Dilanjutkan dengan pembahasan jalur masuk bersama (SIMAMA) yang dilakukan serentak secara online seluruh Indonesia, terdiri dari 38 Politeknik Kesehatan se-Indonesia.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Poltekkes Kemenkes Aceh ini disambut dengan tari ranup lampuan yang ditampilkan oleh mahasiswa dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh.
Tari Ranup Lampuan adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini termasuk tarian penyambutan yang biasanya dibawakan oleh penari wanita dengan menyuguhkan sirih sebagai tanda terima masyarakat. Tari Ranup Lampuan merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Aceh, dan sering ditampilkan untuk menyambut para tamu terhormat maupun acara penyambutan adat lain.
Aceh Besar, Kamis 12 November 2020, Poltekkes Kemenkes Aceh memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 56 bersama Kemenkes RI secara daring via Zoom di Aula Lantai 3 Poltekkes Aceh.
HKN ke 56 tahun ini adalah Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat. Peringatan HKN ke-56 ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 yang melanda sebagian besar dunia juga dirasakan oleh Indonesia.
“Tema ini merupakan seruan kepada seluruh tenaga kesehatan dan segenap komponen masyarakat untuk terus bertekad dan berjuang keras menyelamatkan bangsa di masa pandemi COVID-19,” disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr Kirana Pritasari, M.QIH selaku Ketua Umum HKN ke-56, dalam Buku Panduan HKN ke-56.
Guna mengenang seluruh pejuang COVID-19 pada HKN ni, Kemenkes RI melalui akun Instagram mengajak masyarakat meluangkan waktu pada hari ini, Kamis, 12 November 2020 pukul 12.00 WIB untuk bertepuk tangan bersama secara serentak selama 56 detik.
“Kini saatnya kita satukan tekad dan semangat untuk Indonesia sehat, berikan tepuk tangan kita untuk seluruh pejuang COVID-19, untuk kita semua,” demikian keterangan unggahan terbaru akun Instagram @kemenkes_ri.
Mengutip Buku Panduan HKN ke-56 Kemenkes RI, juga akan dilakukan beberapa kegiatan yang akan dilakukan secara virtual seperti upacara, mengheningkan cipta mengenang para pahlawan kesehatan, jambore kesehatan, seminar dan wisata ilmiah, hingga unjuk kreasi bidang kesehatan virtual.